Monday, April 27, 2015

CUACA BURUK DI PUNCAK MAHAMERU




Artikel menarik lainnya:

Sedot disini.......... 

 CUACA BURUK DI PUNCAK MAHAMERU





Lumajang - Jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang akan dibuka kembali pada April 2015. Salah satu kawasan objek wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut ditutup sejak 5 Januari lalu, karena cuaca buruk dan kepentingan pemulihan ekosistem.

"Rencananya jalur pendakian di Gunung Semeru akan dibuka pada April 2015, namun kepastian kapan dibuka masih menunggu hasil rapat koordinasi sejumlah pihak terkait," kata Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari, Selasa (24/3/2015).

Menurut dia, badai dan cuaca buruk sering terjadi di sepanjang jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Karena curah hujan di bulan Januari-Februari juga masih tinggi, sehingga membahayakan keselamatan para pendaki.

"Sebelum jalur pendakian dibuka, petugas TNBTS bersama porter (penduduk setempat) dan tim SAR akan melakukan survei. Juga membersihkan jalur pendakian dari pohon tumbang dan tanah longsor, yang menutup sebagian jalur akibat cuaca buruk tersebut," tutur Ayu.

Ayu menjelaskan, pihaknya akan memastikan apakah jalur pendakian Semeru tersebut aman untuk pendakian atau tidak, berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama beberapa hari.

"Kalau memang hasil survei aman, maka pihak TNBTS akan segera membuka jalur pendakian gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu untuk masyarakat umum. Kemungkinan akan dibuka pada April 2015," papar Ayu.

Selama hampir 3 bulan pendakian jalur Semeru ditutup, petugas TNBTS sering mendapatkan telepon dari para pendaki atau wisatawan mancanegara yang menanyakan kapan jalur pendakian Semeru akan dibuka. Setelah sebelumnya sempat dikabarkan akan dibuka pada bulan Maret.

"TNBTS tetap akan membatasi jalur pendakian hingga Kalimati, karena status Gunung Semeru masih dalam Level II atau Waspada. Sehingga pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari puncak," tutur Ayu.

Data TNBTS mencatat jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata Gunung Bromo dan Semeru selama 2014 ada 570.145 orang, baik domestik maupun mancanegara. (Ant/Tnt/Sss)

Sumber Liputan 6 

Berita Gunung Semeru lagi disini
Info Terbaru Gunung Semeru > disini
MakalahHidrolisis Garam
MakalahPerluasan kekuasaan Kolonial
Makalah Sejarah
Makalah Inflasi
MakalahMajas

Semeru kembali di buka 1 Mei 2015

Artikel menarik lainnya:

Sedot disini.......... 

Semeru kembali di buka 1 Mei 2015



Liputan6.com, Malang Jalur pendakian ke Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, ditutup dari tanggal 5 Januari 2015.
"Penutupan tersebut rutin dilakukan setiap tahun untuk memulihkan ekosistem kawasan setempat," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, belum lama.
Seperti yang dilansir dari Antaranews, Rabu (7/1/2015), cuaca ekstrem, musim hujan yang mengguyur gunung tertinggi di Pulau Jawa akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan tanah longsor, dan rawan pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian, sehingga membahayakan pendaki.
"Dikhawatirkan terjadi badai akibat cuaca buruk, sehingga jalur pendakian mulai Senin (5/1) lalu ditutup sementara," tuturnya.
Penutupan jalur pendakian gunung api juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menyebutkan penutupan jalur pendakian dapat dilakukan karena kondisi membahayakan dan alasan kepentingan pemulihan ekosistem.
Setelah resmi ditutup, lanjut dia, petugas TNBTS bersama sukarelawan dan pencinta alam akan membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian Semeru.
"Meningkatnya jumlah pendaki selama liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2015 menyisakan sampah yang cukup banyak di sepanjang kawasan, sehingga harus dibersihkan," paparnya.
Padahal, petugas TNBTS sudah mengimbau pendaki untuk membawa kembali sampah-sampah itu turun, agar ekosistem kawasan taman nasional tersebut terjaga dengan baik.

 Sumber Liputan 6.com
Info Terbaru Gunung Semeru > disini